Laman

Senin, 22 Desember 2014

Delapan Kebohongan

Cerita bermula ketika aku masih kecil,

Aku terlahir sebagai seorang anak perempuan di sebuah keluarga sederhana. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bagian nasinya untukku. Aku bertanya, "Lalu ibu?" Ibuku menjawab, "Makanlah nak, ibu tidak lapar.." -Kebohongan IBU yang pertama.

Ketika aku tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya pergi memancing di kolam dekat rumah, ia berharap ikan hasil pancingannya dapat memberikan sedikit makanan bergizi bagi anaknya. Pulang memancing ibu memasak sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan makan sisa daging ikan yang masih menempel ditulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang kumakan. Melihat ibu seperti itu, hatiku tersentuh, lalu dengan sendok kuberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata, "Makanlah nak, ibu tidak suka makan ikan.." -Kebohongan IBU yang kedua.

Sesampai aku sudah masuk sekolah menengah, demi membiayai sekolah kami, ibu pergi ke koperasi membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel dan uang hasil tempelannya dapat menutupi kebutuhan kami. Dikala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidur, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaan menempel kotak korek api. Aku berkata, "Ibu tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja".. Ibu tersenyum dan berkata, "Cepatlah tidur nak, ibu tidak lelah.." -Kebohongan IBU yang ketiga.

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menungguku dibawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak bisa dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku pada ibuku sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata, "Minumlah nak, ibu tidak haus.." -Kebohongan IBU yang keempat.

Untuk menjadi single parents, ibu yang malang ini harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kami pun semakin susah, tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi semakin parah, ada seseorang baik hati. Ia tinggal dekat rumahku. Ia membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga itu seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka. Ibu berkata, "Saya tidak butuh cinta.." -Kebohongan IBU yang kelima.

Setelah aku dan abangku sudah tamat sekolah, ibu yang sudah tua waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela pergi ke pasar tiap pagi berjualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Abangku yang bekerja diluar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah mengirim balik uang tersebut, dan berkata, "Ibu masih ada uang, nak.." -Kebohongan IBU yang keenam.

Setelah lulus kuliah, aku pun diterima kerja diluar kota, dengan beragam fasilitas. Dengan gaji yang cukup tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk tinggal di rumahku yang lebih baik. Tetapi ibu yang baik hati ini tidak mau menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku, "Aku tidak biasa tinggal di daerah orang.." -Kebohongan IBU yang ketujuh.

Saat aku dan abangku berada jauh dari ibuku, tiba-tiba kami mendapat kabar jika ibu kami sakit. Seketika itu aku dan abangku segera pulang menjenguk ibunda tercinta. Ibu terbaring lemah diranjangnya. Ibu kelihatan sangat tua, ia menatapku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar diwajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata, "Jangan menangis anakku, ibu tidak sakit.." -Kebohongan IBU yang kedelapan.

(Sumber inspirasi : Eight Lies Of Mother. Abdullah Hadrami)


Pesan :

Coba ingat, sudah berapa lama kita tidak menelpon ayah ibu kita? Berapa lama kita tidak menghabiskan waktu untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Ditengah aktivitas yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita sering lupa akan ayah ibu kita yang ada di rumah.

Kita sering galau jika tidak ada kabar dari pasangan kita, meski hanya sehari? Tapi apakah kita pernah risau jika tidak ada kabar dari ayah ibu kita dalam jangka waktu seminggu bahkan sebulan?

Kita sering mengaku, sakitnya di PHP pasangan. Tapi apakah kita sadar, seberapa banyak harapan ayah ibu kita yang kita sia-siakan?

Untuk anak-anak yang sedang berada jauh dari ayah ibunya, tolong hubungi mereka. Telpon mereka. Adakalanya mereka rindu berat pada kalian, tapi tidak berani menelpon kalian karena takut mengganggu aktivitas kalian.

Tanpa mengurangi rasa hormat akan seorang ayah, saya mengucapkan SELAMAT HARI IBU untuk ibu sempurna bagi anak-anaknya :)



Happy mother's day,
IR ;)

Sabtu, 29 November 2014

Obat Kangen Apa Sih?

Mungkin ini adalah suatu moment dimana puncak-puncaknya merindukan seseorang yang jauuuuhhhh disana, dan kerinduan itu tidak dapat lagi tersampaikan. Adakah yang lebih buruk lagi dari ini?

Apa akhirnya? -Galau-
Siapa yang salah? -Ngga ada-

Definisi galau (menurut kamus saya) :
"Suatu rasa rindu yang tidak tersampaikan, bahkan 'orang' yang kita rindukan tidak tahu.."


Halooooooo, sorry saya tiba-tiba langsung bicarain kangen kangen, Tanpa ada pembukaan atau basa-basi apapun hahaha! Padahal udah sekitar 4 bulanan saya menghilang, dan nggak nge-post di blog ini.
Tadinya saya janji, sebelum skripsi beres, saya ngga akan nge-blog. Berhubung tangan gatel, yaudahlah yaaaa ~

Saat ini memang skripsi saya belum kelar. Karena entah selalu ada godaan dan alasan untuk ngga ngerjain. Dan godaan terbesar itu adalah "Stalking, blogging, and streaming..."

Dan janji saya sebelum skripsi kelar :
1. No Stalking;
2. No Blogging;
3. No Streaming.

Ini saya telah melanggar janji saya yang ke-2, meskipun janji yang ke-3 masih suka saya langgar. Streaming what? Mahabharata! Hahahahaha ;) Nah, kalau untuk janji yang pertama (ke-1) suka dilanggar ngga yaaaa ;p

Selalu ada alasan kenapa saya melanggar janji-janji yang saya buat sendiri, terlebih pada yang nomor 2. Karena yaaaaa, rasa kangen ini sudah tidak terbendung lagi EEEAAAAA! #IKnowImLeBHAY!

Meskipun begitu, sebenarnya juga ngga ada gunanya sih. Toh orang yang saya maksud ngga akan baca post ini. Tapi ya siapa tau nyasar, buka post ini, yaa THIS IS FOR YOU!

Dimanapun kamu, dengan siapapun kamu, disana, baik-baik yaa!

Pesan rindu terdahsyat adalah, bukan dengan SMS, BBM,line, WA, bahkan telpon, tetapi DOA .. Karena Tuhan langsung yang menyampaikan pesan rindu dari hati saya menuju hati kamu. Hihihihihi #IMMM #IndriMendadakMenjadiMelow ..

Lalu, apa hubungannya sama judul yang saya bikin? Obat kangen, ehm ...
Yaudah, obat kangen yang paling ampuh menurut saya sih ketemu! HAHAHA... Tapi jika ini an impossible things, cukup dengan doa yang tulus aja, dan selanjutnya terserah Tuhan perasaan ini mau digimanain. Percaya akan rencana-NYA. Ini sudah bukan lagi urusan kita, namun urusan Tuhan.

#ANGGAP_POST_INI_NGGAK_PERNAH_ADA ;D



Udah ah, lanjut skripsi cooyyyy!
IR ;)

Rabu, 11 Juni 2014

Bersama Kita Bahagia

"Bareng-bareng terus ya..."
"Ngga ada kata perpisahan..."
"Yang penting masih bisa atur jadwal kumpul lah..."
"Yang penting masih bisa ketemu sesekali lah..."

People come and go, selagi masih bisa kumpul, usahakanlah kumpul.
Nikmati kebersamaan, while it lasts ..
Dulu sih mau kumpul tinggal kumpul.

Lama-lama diajakin via group chat yang ngerespon makin dikit-makin dikit-makin dikit,
sampai masing-masing udah sibuk sendiri-sendiri.
Kalau udah gini, ya ngga bisa nyalahin siapa-siapa, emang masanya udah habis :')
Masa-masa kita bener-bener bikin effort buat ketemuan, bukan sekedar kalau waktunya luang doang.
"Sukses lah bro, see you on top..." :')

Ada satu titik masa dimana lo seolah ngelihat kebelakang, terus sadar kalau temen-temen yang dulu barengan satu-satu pada hilang. Is it just me? Atau coba liat foto yang lagi bareng-bareng sohib-sohib lo dulu, sob! See the happy and silly faces in there people come and go, memories from time well spent with them stay.

Dari yang mau nyapa tinggal nyapa, sampai kalau mau nelpon mesti tanya dulu lagi sibuk apa ngga ..
Dari yang asal main tag foto-foto konyol temen-temen sampai yang mau ikutan komen aja ragu karena banyak komen dari temen-temen barunya dia ..
Dari yang mau chat ngga perlu ada topik aja bisa seru, sampai yang mau mulai chat temen lama aja nunggu ada perlu atau topiknya dulu ..
Dari yang udah ngga tau malu minjem duit, sampai yang segen sekedar mau tanya kabar doang ..
Dari yang main pinjem aja baru bilang, sampai yang "nanti deh, takut ganggu" ..

Jangan remehkan secuil perasaan kangen,
dan akhirnya hanya berani scrolling news feed temen-temen lama, I'm happy that you are all ok, guys!

Kalian adalah temen-temen terbangke, terkampret, ter-annoying, gue pengen kalian gangguin kayak dulu lagi, dammit!

Kalau pada sibuk yaudah ngga papa :')
Sampai ketemu waktu reuni atau waktu nikahan itupun kalau bisa dateng :'|

"Nanti juga bisa kumpul lagi" is the evilest lie we told ourself.

The first thing you'll realize when you wake up tomorrow morning is: it's all gone.

Sayangnya kangen itu datengnya ngga barengan, pas kita kangen mereka yang dikangenin lagi ngga kangen.  Atau sebaliknya.
Kalau ada yang ngajakin ngumpul, usahakanlah kumpul walau ngga lagi kangen-kangen amat. Who knows it's their last, or yours.

Jangan nunggu susah-seneng-bareng sampai susah-ngumpul-bareng.
Jangan sampai susah banget diajak kumpul sampai temen-temen ngga ngajak lo kumpul lagi.



See you soon,
IR ;)

Selasa, 20 Mei 2014

Hampa

Haloooo! Kayaknya udah lama banget gue ngga nulis blog. Bukan hanya karena ngga sempet atau bingung apa yang mau ditulis, tapi yang paling menentukan adalah Pulsa Modem Habis! Hmm ...

Kenapa judul gue bikin 'Hampa'..?
Karena saat ini juga lagu keputer lagunya Hampa punya Ari Lasso! Yasudah, hampa deh gue hahahahaha ...

Oiya gue pengen cerita tentang obrolan gue sama temen gue, di senggang-senggang waktu kuliah. Obrolan mahasiswa angkatan (bisa bgt dibilang tua), yang terkadang suka ngga penting dan random!
Antara gue dan Anisa ..

Pas lagi kelas, kita berdua makan permen karet. Dan kayaknya Nisa udah bosen sama permen karetnya, sedangkan gue masih asik asik aja sama permen karet gue.. ~
Nisa (N) : Nih kertas, buat sampah permen karet lo.. (nyodorin kertas utk bungkus sampah permen karet)
Gue (G) : Ntar aja nis, masih belum mau dibuang ...
N : Lo awet juga ya kalau makan permen karet ...
G : Iyaa, hubungan doang gue yang ngga awet ...
N : Ndri -___- Wah sakit lo Ndri ...

Ditengah-tengah kuliah. Mau nulis catetan, rupanya mejanya kasar .. ~
Nisa (N) : Ndri, lo ada buku ga? Buat alas nulis gue nih, meja kasar banget ..
Gue (G) : Ngga ada ..
N : Lo mahasiswa ngga punya buku, lo punya nya apa?
G : Gue punyanya hati, yang bukan untuk disakiti ..
N : WAAAH bener-bener ni anak HAHAHAHA

Disini gue agak bingung juga, kenapa ya gue jawabnya kayak gitu? Itu semua reflek dan ngga bercanda loh, buktinya gue ngga ada ketawa. Pas diinget-inget barulah mikir kalau itu tolol! HAHAHAHA


Ada lagi, obrolan masih dengan orang yang sama,
Tapi dengan waktu, tempat, dan situasi yang berbeda ~
Saya ngga akan ceritain apa maksud pertanyaan temen saya ya,
(tapi mungkin kamu tahu maksudnya..)
Nisa (N) : Benci?
Gue (G) : Nggak. Saya sayang dia. Menjauhpun rasanya ngga sanggup, tapi saya tahu, makin lama, makin mencinta, makin mendalam, makin menyakitkan..
N : Sedih?
G : Jelas. Saya sudah ngga bisa ngobrol dengan dia lagi, ngga bisa bertemu dia lagi, dan ngga bisa memeluk dia lagi..
N : Tapi kamu lega?
G : Iya. Menjaga jarak itu penting saat saya tahu bukan saya yang dia mau. Memutuskan pergi saat hati sudah terlanjur memilih dia ya berat, tapi harus ...
N : Terus sekarang kamu mau apa?
G : Move on!

HAHAHAHAHAHAHAHAHA......


With smiling,
IR ;)

Senin, 03 Februari 2014

Knowing Every Particulary Object

Knowing Every Particulary Object atau yang biasa dikenal dengan istilah KEPO.

Entah kenapa bangun tidur, gue pengen nulis tentang kepo.
Keadaan dan situasi ngga jelas kayak gini nih mengharuskan saya untuk nulis hal-hal yang bisa banget dibilang ngga penting. Misalnya post ini, apa coba ngebahas kepo?

Tapi biarin deh, daripada gue bingung mau ngapain. Mending gue nge-blog ...

Kepo, kepo kepo ..
Menurut saya kepo adalah rasa keingintahuan yang sangat besar, sehingga terkadang menyebabkan seseorang mencari tahu keadaan atau kondisi seseorang darimana dan bagaimanapun caranya. Hingga terkadang sumber informasi itu suka tidak terpercaya, tapi masih dipercaya sama ‘si tukang kepo’ itu ...

Emang sih, kepo bikin kita menjadi lega. Tapi dalam proses kepo itu, ada suatu moment untuk deg-degan! Dan hasil akhir dari kepo itu adalah lega, bahkan ada juga yang bikin sakit hati.

Jadi saya setuju sama statement yang bilang, KEPO ITU MENYAKITKAN.

Kalau ngga mau sakit, ya ngga usah kepo. Tapi kalau ngga kepo, lo ngga bakal lega? Terus gimana dong?

Nah, menurut saya sah-sah aja lo mau kepoin siapa aja. Asal yang jelas, dan kepo itu masih ada didalam batas pengendalian lo. Jangan setelah kepo, lo malah jadi bad mood dan menduga-duga hal yang sama sekali belum jelas. Karena itu bakal nyusahin diri lo sendiri.

Ada temen gue bilang, “Kalau lo kepo sekali, lo bakalan keterusan untuk kepoin dia” ..
Ini suka gue pegang kata-katanya. Emang iya gue pernah cobain, nyakitin sih! HAHAHA

Jujur ya, gue juga pernah suka-suka kepo gitu. Biasanya yang gue kepo itu blog, menurut gue lebih enakan kepo blog/tumbrl atau instagram daripada hanya sekedar kepo tweetnya apa lagi fb, aduh apa lagi facebook? Mending ngga deh, disamping gue udah ngga pernah buka fb, masih ngerasa labil aja masuk kesana wkwk. Tapi hati-hati saat ngepo, hati-hati sekali itu tangannya! Jangan sampai kepencet favorite, like this, (tanda hati), atau apapun itu yang bisa menghancurkan reputasi kalian sebagai pen-stalking sejati HAHAHAHAHA

Kalau gue apa yaa, siapa yang paling suka gue kepoin? Artis! HAHAHA..

Paling gue bekisar info-info tentang makanan-makanan gitu kuliner, atau blog-blog orang tentang wisata-wisata di Indonesia beserta harga-harganya. Makanya terkadang gue ngga kehabisan ide-ide untuk travelling, tapi ada yang kehabisan sih, DUIT! HAHAHA ;)))

Banyak banget list di otak gue kalau masalah liburan kemana, nah permasalahnya kapan ini terealisasinya?
"Ayolah cepet selesai nih kuliah, cepet kerja, cari uang sendiri, liburan dah tuh sesuka lo kemana aja!"
*Indri lagi ngomong sama kaca*

Udah ah, bingung gue mau cerita apa. Semakin siang semakin random omongan gue HAHA...

Bye,
IR ;)