Assalamualaikum wr wb,
Sudah berapa lama saya tidak posting di blog ini, dan sekarang saya ingin bercerita mengenai pernikahan.
Tentu, pernikahan saya :)
Dikarenakan orang tua saya asli keturunan Jawa dan kebetulan juga berdomisili di Jogjakarta, maka pernikahan saya juga mengusung adat Jawa, khususnya Adat Jogja. Saya akui pernikahan dengan menggunakan adat Jawa benar-benar memiliki makna yang sangat dalam dan sangat luar biasa. Sedikit banyak saya akan bercerita dari awal Ijab Kabul, Upacara Panggih, hingga Resepsi.
Pengantin Pria memasuki lokasi Ijab Kabul dengan bersalaman dengan orang tua Pengantin Wanita, yang juga telah disiapkan Kalung Melati.
Dipakaikan Kalung Melati kepada Pengantin Pria oleh Ibu Pengantin Wanita dan berjalan menuju meja Akad Penikahan Ijab Kabul.
(Fyi, pemberian Kalung Melati seharusnya dilakukan oleh Ayah Pengantin Wanita, karena bapak saya sudah tidak ada jadi tugasnya digantikan oleh ibu saya)
THE BEST MOMENT IN MY LIFE.
Yang akhirnya saksi-saksi mengucapkan "sah". Dan ditutup ijab kabul ini dengan doa nikah.
Pengantin Pria berfoto dengan wali dan saksi.
(Pengantin Wanita berada di kamar pengantin)
Penandatanganan buku nikah oleh Pengantin Pria dan Pengantin Wanita.
Acara Akad Nikah / Ijab Kabul selesai, dilanjutkan Upacara Panggih Manten Adat Jogja. Pada saat ini saya sebagai Pengantin Wanita akan keluar dari kamar pengantin menuju lokasi Ijab Kabul untuk melakukan prosesi selanjutnya yaitu Upacara Panggih. Upacara Panggih memiliki makna prosesi pertemuan secara adat Jawa antara Pengantin Pria dan Pengantin Wanita setelah resmi menikah secara agama dan negara.
Persiapan Upacara Panggih.
Penyerahan Pisang Sanggan.
Penyerahan pisang sanggan dari keluarga Pengantin Pria kepada keluarga Pengantin Wanita.
Makna: Harapan dan doa orang tua Pengantin Pria semoga rumah tangga anaknya bisa menjadi pemimpin yang baik dan hidup sejahtera tidak kekurangan apapun (hidup seperi raja).
Ngepyok Kembar Mayang.
Pihak Pengantin Wanita memukulkan kembar mayang ke Pengantin Pria.
Makna: Pihak keluarga Mempelai Wanita menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada Mempelai Pria sebagai pemimpin baru di keluarga.
Balangan Gantal.
Gantal berisi sebiji buah pinang dan dibungkus sehelai daun sirih yang diikat dengan benang putih berjumlah 7 ikat gantal, Pengantin Pria membawa 4 ikat dan Pengantin Wanita membawa 3 ikat. Pengantin Pria melempar terlebih dahulu.
Makna: Ikatan suci dari manapun pengantin itu berasal kalau sudah jodoh pasti akan bersatu dalam ikatan benang kasih dan suci pernikahan. Dilemparkan di dada artinya apa yang datang dari hati akan kembali ke hati juga.
Wijikan / Ranupada.
Pengantin Wanita membasuh atau membersihkan kaki Pengantin Pria.
Makna: Lambang kesetiaan dan bakti Pengantin Wanita kepada Pengantin Pria dan menghilangkan halangan dan hal-hal yang tidak diinginkan agar tujuan perjalanan menuju keluarga bahagia dijauhkan dari kesulitan dan marabahaya.
Pengantin Pria membantu Pengantin Wanita untuk berdiri.
Makna: Perlindungan suami terhadap istri.
Mecah Telur
Pemaes / perias mengambil telur ayam dan menyentuhkan di dahi kedua Pengantin yang kemudian di pecahkan di baki tempat Ranupada.
Makna: Dahi adalah pusat pemikiran sehingga diharapkan jika ada masalah nantinya bisa dipecahkan bersama-sama antara suami dan istri.
Kacar Kucur.
Pengantin Pria menuangkan beras kuning dan uang logam dan biji-bijian kepada Pengantin Wanita yang menerima dengan saputangan berwarna merah putih.
Makna: Menunjukkan tanggung jawab suami memberikan nafkah rejeki lahir batin kepada istri dan seluruh keluarga, sementara sang istri harus pandai-pandai mengatur serta mengelolanya agar tidak boros atau tercecer sehingga bisa tercukupi semua.
Dahar Sekul Jenat.
Mempelai Pria membuat tiga kepalan nasi kecil dari satu piring nasi kuning, meletakkan di piring yang dipegang oleh Mempelai Wanita, kemudian Mempelai Wanita dipersilahkan makan nasi kepalan tersebut disaksikan Mempelai Pria.
Makna: Kebersamaan dan kesetiaan kedua pengantin berjanji susah senang, kaya miskin, sehat sakit dirasakan bersama. Serta kemantapan hati dan kerukunan kedua pengantin akan mendatangkan kebahagiaan dalam keluarga yang dibangunnya.
Pasang Kalpiko.
Saling memasang cincin perkawinan yang disaksikan kedua keluarga pengantin.
Makna: Kedua pengantin sudah terikat dengan janji suci pernikahan.
Ngabekten / Sungkeman.
Kedua Pengantin bersembah sujud kepada kedua orang tua untuk memohon doa restu.
Makna: Tanda bukti anak kepada orang tua yang telah membesarkan dan mendidik hingga dewasa, permohonan maaf kepada orang tua atas segala khilaf dan kesalahan, serta memohon doa dan restu kepada orang tua agar menjadi keluarga yang sakkinah, mawaddah, warohmah.
Demikianlah serangkaian prosesi dan upacara pernikahan adat Jawa khususnya adat Jogja, prosesi ini hampir sama dengan adat Solo namun terdapat beberapa perbedaan. Dari yang ketentuan pembawa kembar mayang, mecah telur dengan cara diinjak bukan dibanting, dan lain sebagainya.
Bonus foto-foto setelah selesai serangkaian acara adat mulai dari Akad Nikah / Ijab Kabul hingga Upacara Panggih. Yang selanjutnya akan dilaksanakan acara Resepsi Pernikahan.
04 - 11 - 2018
Persiapan Resepsi.
Tidak banyak prosesi adat di acara Resepsi, pertama masuk pelaminan hanya kirab kedua pengantin dan orang tua, beserta keluarga besar yang mengantarkan menuju pelaminan.
Menuju pelaminan.
Setelah itu, para tamu silih berganti bersalaman dengan pengantin dan orang tua. Banyaknya kunjungan datang dan ucapan selamat dari keluarga, kerabat, saudara, rekan, sahabat, dan lain-lain yang turut hadir menyaksikan dan mendoakan kami di acara pernikahan saya dengan suami. Tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disajikan sekaligus sesi berjabat tangan para tamu undangan, dilanjutkan foto bersama pengantin dan orang tua, dilanjutkan pelemparan hand bouquet, dan ditutup acara dengan Maumere's dance yang diikuti tamu muda dan kedua pengantin ikut berpartisipasi dalam akhir rangkaian acara Resepsi ini.
Persiapan pelemparan hand bouquet dari kedua pengantin.
Sementara di belakan kami sudah banyak pasang mata mengincar bunga tersebut.
1...2...3....!!!!!
Penangkapan hand bouquet, yang notabene mitosnya jika mendapatkan lemparan hand bouquet akan segera tertular untuk menikah pula, katanya. Doa baik-baik tentu di-amin-kan saja.
Dilanjutkan dengan tarian Maumere.
Demikianlah akhir dari rangkaian acara Resepsi.
Dilanjutkan dengan honeymoon keesokan harinya, hehehehehe.
Terima kasih kepada semua keluarga besar, teman, rekan, sahabat atas segala bantuan, masukan, ide-ide, dan doa yang telah diberikan kepada kami. Semoga kedepannya kami bisa membina keluarga kecil kami dengan sebaik-baiknya, dikaruniai keturunan yang shalih dan shalihah, menjadi keluarga sakinnah, mawaddah, warohmah. Sehat dan bahagia dunia akhirat. Aamiin yra.
Terima kasih panitia dan vendor yang terlibat:
- Catering : Nusantara Catering
- Decor : Surya Bhakti Decor
- Entertaiment : Lemon Grass Project
- Invitation : Kaffah Wedding Card
- Makeup & panggih : Juwita Salon
- Photo & video : Doubleyou Photo
- Ringbearer & hantaran acrylic : Hand.Taran Jogja
- Venue : Balai Utari Gedung Mandalabhakti Wanitatama
- Wedding Ring : The Palace
- WO : Myday Wedding Organizer
With full of love,
IR ;)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar