Assalamualaikum, Hello Sulawesi.
(Maaf posting-an ini agak late post dari seharusnya hehehe).
DUO RACUN GOES TO MAKASSAR (SOUTH SULAWESI)
(Maaf posting-an ini agak late post dari seharusnya hehehe).
DUO RACUN GOES TO MAKASSAR (SOUTH SULAWESI)
Rabu, 28 Desember 2016
Hari yang ditunggu dari 8 bulan lalu
akhirnya datang. Kode booking JOGJA – MAKASSAR sudah tersimpan rapi
di galeri hp. Dan kode booking KENDARI – MAKASSAR juga sudah
tersimpan di galeri teman saya, sahabat saya, saudara perempuan saya,
Waode.
Waode Maiman Ondo, SH, (MH) aka ALAY
ini adalah teman masa kuliah S1 saya di Jogja. Yang kebetulan pada
semester akhir-akhir Waode pindah kost di tempat saya. (Kebetulan
saya juragan kost2an ya. EH ibu saya ding yang punya hehe). Dari yang
kita hanya sekedar teman, lebih sering jalan dan menjadi sahabat,
sekarang tinggalnya pun sebelahan rumah. Jadi bahkan ibu saya juga
sudah menganggap Waode ini anaknya pula. Sedekat itulah hubungan
persahabatan kami.
Flashback sebentar, pada bulan
April 2016 setelah Waode lulus S1 nya, dia memutuskan untuk pulang
kampung, Kendari, Sulawesi Tenggara. Bulan-bulan setelah Waode pergi
meninggalkan Jogja, rumah kost saya jadi sepi dan seperti ada yang
hilang. Bagaimana tidak, hampir setiap hari saya selalu ke kamarnya.
Kalau saya sedang menganggur tidak ada kegiatan, acara, kerjaan, saya
selalu main ke kamarnya. Ngobrol, nonton, tidur, bahkan dia selalu
bilang saya selalu menganggu hidupnya. Hahahaha. Tapi diluar itu
semua, kita sama-sama saling melengkapi. Kalau saya tulis keusilan
saya ke dia, mungkin satu laman blog ini tidak cukup menampungnya.
Mungkin akan dibagi menjadi beberapa episode layaknya film Korea.
Setiap hari kita telponan, video
call, udah ngalahin orang pacaran. Dan akhirnya tercetuslah dalam benak kita,“Tahun baruan di Makassar”. Awalnya hanya sekedar rencana-rencana 'gadis kecil' saja, tapi ternyata Alhamdulillah rencana kita
dijabah sama Allah.
Back to topic about OUR
AMAZING HOLIDAY!
ADI SUCIPTO INTERNATIONAL AIRPORT
JOGJAKARTA.
Persiapan koper dan oleh-oleh dari Jogja sudah siap.
We're go!
Dalam benak saya saat perjalanan, hanyalah happy, happy, happy, dan happy. Semua masalah, keribetan, cobaan, kegalauan, saya tinggalkan sebentar di Jawa. Yang ada sekarang hanya senang-senang. Melupakan apa yang seharusnya saya lupakan dan memikirkan apa yang seharusnya saya pikirkan.
Here I'm. I'm a solo traveler. Hahaha.
Tibalah sampai di SULTAN HASANUDDIN INTERNATIONAL AIRPORT MAKASSAR.
Welcome to MAKASSAR.
Sementara di waktu dan tempat yang
lain, teman saya Waode sudah duluan tiba di Makassar. Karena tiket
dia jam 14.00 WITA sampai Makassar, sementara saya 15.45 WIB baru
take off dari Jogja. Bisa dibayangkan dia berapa lama nunggu
saya? Marah, kesel, ngedumel, mengumpat, dan berkoar-koar di social
media karena kejenuhannya menunggu pasti dia rasakan saat itu.
Tapi semua terbayar begitu jam 18.15 WITA, saya landing di
Makassar, saya langsung cepat telpon dia. Dan suara kita
masing-masing sudah girang satu sama lain. Antara yakin nggak yakin,
percaya nggak percaya, saya tiba di Makassar dan ketemu sama manusia
alay satu itu. Ya Tuhan!
Setelah saya mengambil bagasi, dan menuju pintu kedatangan, Waode yang sudah duluan tiba dan menunggu saya di pintu tersebut. Terbukalah pintu otomatis di pintu kedatangan, dan AAAAAKKKKKK!!! Hampir satu bandara yang ada di disekitar pintu kedatangan sontak melihat duo racun sekaligus dua orang alay yang ntah berantah suaranya sampai melanglangbuana, heboh, senang, happy, kaget, takjub, semuanya. Hampir terasa seperti mimpi, saya melihat sahabat saya yang satu itu. Yang lebih seperti mimpi bertemunya di Makassar, Sulawesi Selatan. Pertama kalinya dalam hidup saya menginjakkan kaki di pulau ini.
First selfie, setelah kehebohan bandara berlangsung.
Pada akhirnya DUO RACUN bertemu!
(Waode - Saya)
Akhirnya kita bermalam di rumah Om nya Waode, karena terang saja saya tidak punya teman atau saudara disana. Rencana awal di Makassar dari tanggal 28 Desember 2016 sampai tanggal 3 Januari 2017, karena tanggal 3 Januari malam Waode ada kuliah yang tidak bisa ditinggal.
Kamis, 29 Desember 2016
Kamis siang, saya baru bertemu dengan
Om Shabir (Om Waode) yang punya rumah tersebut, sebenarnya baik tapi beliau memang
sangat-sangat disegani. Jadi terkesan arogan. Bahkan Waode
saja yang keponakan langsungnya takut. Bagaimana dengan saya? Tapi
saat bertemu dan meminta izin untuk tinggal disana selama beberapa
waktu, beliau menyambut dengan senang hati dan baik.
Ada perbincangan ini dengan metode “finger code” antara duo racun.
Ada perbincangan ini dengan metode “finger code” antara duo racun.
Indri (I) : Disini sampai tanggal
berapa?
Waode (W) : 3 (kode jari)
I : (Raut muka tidak setuju) tanggal 2
aja (kode jari)
W : Nggak (geleng kepala). Tanggal 3
(kode jari)
I : Tanggal 1 (kode jari)
I & W tertawa tapi harus ditahan.
HAHAHAHAHAHA!
Ntah pada saat itu, jadwal yang telah
tersusun rapi dengan mudahnya ingin diubah sama duo racun itu. Tapi
tetap saja, pada akhirnya di Makassar tetap sampai tanggal 3 Januari
2017.
MAKASSAR Day 1 : HAHAHAHA. Iri sama
Syahrini. (Hanya duo racun yang tahu). Dan malamnya jalan-jalan muter
Makassar diajakin Tante Wita (tante Waode). Karena hujan jadi hanya
menikmati malam diatas mobil. Cobain kuliner Makassar, Mie Titi.
Mie Titi. Mie kering dan diguyur kuah kental. Delicious!
MAKASSAR Day 2 : Pantai Losari (Salah satu icon Makassar). Benteng Fort Rotterdam. Popsa culinary. Karaokean (agenda tetap kalau duo racun bersama).
Orang Jogja dan orang Kendari bertemu di Makassar. Its the true holiday.
(Saya - Waode)
Mantan saya orang Toraja. LAH?!?!?!?! -_- #humanerror.
"City of Makassar". Sudah terlihat #friendshipgoal belum? Hahaha.
(Saya - Waode)
The icon of Makassar, PANTAI LOSARI.
Kalau ada orang yang menghina lo, keluarga lo, sahabat lo, atau ada yang bikin lo kesel, teriakin aja itu tulisan dibelakan gue. (pan-TAI LO!-sari)
Hahahahaha maaf intermezzo.
Kebersamaan duo racun. Quality time. SH dan SH calon MH.
Gila, alay, semua kita lakukan.
Karena orang gila (sahabat) akan kambuh menjadi gila saat dia bertemu orang gila lainnya (sahabatnya). Dan pada saat mereka tidak sedang bersama, mereka hanya pura-pura normal. HAHAHA.
Benteng Fort Rotterdam.
Kita tidak singgah, karena benteng tersebut sedang di renovasi dan keadaan lalu lintasnya too croweded.
Popsa culinary.
Tempat kuliner yang bersebelahan langsung dengan pelabuhan.
Sambil menunggu pesanan, tidak lupa wefie!
(Puput - Saya - Waode)
Tempatnya cozy banget, bisa lihat kapal bersandar ke dermaga.
"Hey, dimanakah kapalmu bersandar saat itu?" WKWK.
Kutunggu hatimu saja yang berlabuh dihatiku ya, inshaa Allah suatu saat. #mendadakcurhat. #humanerror.
With tante cantik, Tante Wita.
MAKASSAR Day 4 : Tahun baru (genteng) rasa pantai Losari. Pasar Butung. Pasar Senggol, dan kemudian Pantai Losari (again).
Adventure's of duo racun pada saat siang-siang ke Pasar Butung (Pasar terkenal murah dan besar) Itu yang saya cari hahaha. Dari rumah naik GRAB car, fare 34k tapi karena pakai kode promo dapat potongan 10k. Total sampai pasar Butung adalah 24k. MURAH! Tapi ternyata unfortunatly us, pasar Butungnya tutup. Mungkin karena tanggal merah hari besar. Akhirnya kita memutuskan untuk ke Mall terdekat yang buka.
Ada juga cerita supir GRAB car baik banget. (Kapan-kapan aja saya ceritanya). Turunlah kita di Panakukang Square, mall rasa pasar. Ramainyaaa Allahuakbar. Orang jalan nggak ada yang pakai mata, orang depannya ditabrakin semua. Stressed. Akhirnya duo racun ikutan seperti itu. Hahahahaha.
Ada lagi cerita heboh duo racun dari Panakukang Square sampai rumah. Saya cari GRAB car, sudah sekitar lima orang lebih menolak order-an saya. Why? Mungkin karena its too cheap. Jadi fare dari Mall ke rumah itu hanya 10k, sementara akun saya sudah menggunakan kode promo otomatis. Jadi otomatis seharusnya 0k dong. Oleh karenanya tidak ada yang mau menerima order-an saya.
Akhirnya saya tanya-tanya satpam, kearah mana alamat tujuan kita. Kalau cegat taxi biasa baiknya darimana, karena sore itu daerah sekitaran Mall tersebut macet total. Tadinya ada taksi mall yang sudah dipanggil sama si alay, tapi saya maunya yang diluar mall, karena beberapa pertimbangan.
- Taksi di dalam mall pasti keluarnya minta bayaran uang parkir.
- Taksi di dalam mall, kena macetnya jauh lebih lama kearah lampu merah.
Dan alay saat itu udah berisiiiiikkk
sekali, dia orang nggak bisa banget diajakin hidup susah. Jadi saya
doakan untuk sahabat tersayang yang satu ini, semoga mendapat suami
yang bisa membuatmu hidup bahagia. Bisa imbangin kamu apapun
keadaannya, aamiin.
Taksi mall yang dua kali dipanggil Waode, dua-duanya pula sudah dimasukin orang lain. “Udah kan? Udah nggak ada lagi taksi nya. Ayo cepet cegat di luar.” Tadinya dia berisik dan jalan lama sekali macam siput lagi hamil. Akhirnya saya pegang dan tarik dia jalan kearah lampu merah dan melewati kemacetan dengan jalan kaki. Thats more worth it, kan?
Sampailah kita ke perempatan lampu merah, yang kalau lurus adalah jalan pulang. Minimal kita sudah untung bebas argo kena macet dan nggak bayar parkir taksi mal. Dapatlah taksi kosong yang kebetulan lewat. Sampai di perumahan, argo taksi sudah mencapai 17k sekian. Tinggal belok kiri sekali lagi sebenarnya sampai. Tapi saya minta berhenti saja disitu, si alay mau-mau aja. Tapi kalau dia tahu alasan kenapa berhenti disana atau tidak didepan rumah, dia bakal maki-maki saya saat itu juga.
Saat argo sudah mencapai 17k lebih, saya kasih uang 20k ke alay (ambil aja sisanya haha).
Saat kita sudah turun, berjalan kaki
sedikit sampai rumah. Baru saya ceritakan alasan saya kenapa berhenti
disana. “Kenapa emang?”... “Karena kalau tadi taksi nya sampai
rumah banget, pasti argonya lebih dari 20K! Hahahahahaha”...
Langsung keluarlah semua penghuni kebun binatang dari mulutnya
Hahahaha. Maaf yaa Alay sayang. Dibandingkan sama GRAB car,
kan jadi 2x lipat gitu harganya hahahahahahahaha. At least saya
berusaha menjadi traveler yang hemat. Hemat sama pelit beda
tipis ya shaaaaay! HAHAHA.
(Disini juga ada tragedi bungkus makanan) Tapi lagi-lagi hanya duo racun yang tahu.
Pantai Losari saat malam.
(Iswandy, Adnan, Saya, Waode)
MAKASSAR Day 5 : Trans Studio Makassar.
YEAY! Dari jam 12.00 WITA sampai jam 19.00 WITA duo racun main di
Trans Studio.
TRANS STUDIO MAKASSAR!
Trans City Theater.
Dunia Lain.
Disini ada kejadian menegangkan, kestresan duo racun karena mas-mas stress, ibu-ibu bawa anak dua masih kecil, dan pada akhirnya saya tidak berani noleh kanan. HAHAHA.
(Lagi-lagi hanya duo racun yang tahu).
Super Heroes 4D. Aku jadi wonder woman ya! Zzz.
"MAAAS, TEMAN SAYA MAU MATI MAS!"
"MAAAS, TEMAN SAYA MAU KURUS MAS!"
"MAAAS, TEMAN SAYA BOSAN JOMBLOOO!"
(Duo Racun)
Mungkin seharusnya dia di paling awal ya hahaha.
Evolution Theory.
Ready to bomb bomb car!
Kadang bersifat bocah lebih menyenangkan daripada (sok) dewasa.
MAKASSAR Day 6 (we’re go home!)
: Tiket pesawat 10.45 WITA terbang dari MAKASSAR – KENDARI.
Kendari? What? Saya apa kabar? Jadi 1-2 hari yang lalu,
terjadi perbincangan dan perdebatan yang hebat. Ntah antara saya
dengan Waode, antara saya dengan kakaknya Waode yang pertama, dan
saya dengan ibu saya.
Rencana awal tanggal 3 Januari 2017
saya pulang ke JOGJA, dan Waode pulang ke KENDARI. Tapi, sebelum saya
berangkat ke Makassar pun, kakaknya Waode sudah bilang “Indri,
nanti lanjut Kendari ya setelah dari Makassar.” Bahkan setelah saya
tiba di Makassar dan saya ngabarin kakaknya, juga “Nanti abis tahun
baru ke Kendari ya”. Awalnya, ibu saya bilang terserah. Tapi dua
hari saya di Makassar, beliau berubah pikiran. Tanggal 3 Januari 2016
pulang ke JOGJA aja dek.
Tidak saya pikir sampai hari ini tanggal 2 Desember 2016.
Tibalah waktunya duo racun pesan tiket kembali ke kampung halaman masing-masing. Waode yang biasa saya panggil “Alay”, dia sengaja mengulur-ulur pencarian dan pembelian tiket. Padahal saya sudah panik sejak semalam. Mau Makassar – Jogja atau Makassar – Surabaya, harga tiket diatas 1 juta semua.
Indri (I) : Ayo lay, cek harga tiketnya...
Waode (W) : Sabar... (Dia bilang sabar
ini mungkin sudah 1000x lebih)
Jadi saya memutuskan untuk mengambil keputusan sendiri. Mencari tiket sendiri. Kebetulan harga tiket Makassar – Jogja bisa dibawah tipis 1 juta, saya cepat-cepat langsung booking. Nah, waktu pembayarannya dikasih waktu 45 menit, sedangkan posisinya saya tidak menggunakan M-banking dan ATM terdekat harus menggunakan kendaraan (sementara untuk keluar rumah saja saya harus berpikir keras). Awalnya saya minta tolong abang saya, Indra. Tapi dia sedang ada di laut yang bad signal dan transaksi terbatas. Akhirnya cari-carilah teman yang punya saldo mencukupi untuk beli tiket tersebut. Dapatlah ibu peri sang penyelamat dunia persilatan. Awalia Noviyanti, teman saya di Jogja.
Saat semua sudah disetujui, saya juga sudah mendapatkan Nomor Pemesanan, Novi tinggal pergi ke ATM untuk melakukan pembayaran. Kakak Waode, menelpon adiknya dan ingin berbicara dengan saya. Langsung to the point.
Kakaknya (K) : Indri ke Kendari dulu ya.
Indri (I) : Maaf kak, kayaknya nggak
bisa, ini kemarin izin ibu hanya sampai tanggal 3.
K : Ya izin sama ibumu, mau ke Kendari
dulu. Nanti ke Jogja nya dari Kendari, bareng-bareng sama saya.
I : Kakak mau ada rencana ke Jogja?
K : Iya ada, tanggal 5 saya mau ke
Jogja. Nanti Indri pulang bareng saya aja.
I : ... (Bingung. Antara pengen tau
Kendari tapi takut izin ibu).
K : Udah Indri sekarang telpon ibu dulu
ya, izin. Nanti kalau boleh, langsung pesan tiket 2 sama adik saya.
Saya cepat mengabari ibu saya, komentar ibu saya, “Pulang aja dek, nggak enak sama kakaknya Waode. Dan kamu pasti bakal ngerepotin keluarga disana. Pulang aja dek.”
Saya langsung bilang Waode, “gimana
ini?” Kata Waode, “ngerepotin apa sih? Kamu juga punya kaki nggak
minta gendong kan. Bilang ibumu, nggak papa lay.” Aku bilang apa
ini udah kehabisan kata.
Akhirnya Waode telpon kakaknya dengan menceritakan alasan ibu saya kenapa tidak boleh ke Kendari.
Akhirnya Waode telpon kakaknya dengan menceritakan alasan ibu saya kenapa tidak boleh ke Kendari.
Ngomong lah saya sama kakaknya.
I : Maaf kak, inshaa Allah lain waktu
aja saya ke Kendari nya.
K : Bilang sama ibumu dek, kamu
ngerepotin apa? Saya juga nggak boncengin kamu di motor kan?
I : (Ketawa dalam hati, speechless)
Engga, cuma ibu nggak enak kakak.............
K : Kalau kamu ngerepotin saya, nggak
akan saya ajakin kamu kesini. Nggak apa-apa ndri, bilang sama ibumu.
Sudah sampai Sulawesi, tapi malah nggak sampai rumah saya malah nggak
enak kan?
I : (Asli saya kalau sama kakaknya
Waode yang satu ini, tidak tahu mau dibalas omongan apa. Debatnya
selalu menang. That’s a cool man! Hahahaha.)
Saya cerita lah lagi sama ibu saya, dan akhirnya “Terserah adek aja, ibu sih pengennya adek pulang, tapi kalau mendadak ada acara gini tergantung adek. Mudah-mudahan banyak manfaatnya.” Okay. Menurut saya kata-kata tersebut adalah, “Kalau gue sih YES!” hahahaha.
DUO RACUN GOES TO KENDARI (SOUTH EAST
SULAWESI)
Bersambung. To be continued,






JUAL Obat Bius Asli JENIS CAIR, BEKAP DAN SPRAY DIMANA OBAT YANG KAMI JUAL INI DI JAMIN MANJUR DAN 100% AMAN TANPA EFEK SAMPING.
BalasHapusJADI ANDA TIDAK PERLU RAGU LAGI UNTUK MEMBELI Obat Bius YANG KAMI JUAL.
HP: 082322145668
BBM: 274F1881
WEBSITE: WWW.OBAT-BIUS.NET